IPA, IPS, dan Bahasa Bakal Balik Lagi? Siswa dan Guru SMAN 57 Jakarta Kompak Buka Suara!
kabar57.com, Jakarta – Wacana kembalinya sistem penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa di tingkat SMA kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pelajar. Tim KABAR57 menghimpun pendapat sejumlah siswa dan guru SMAN 57 Jakarta. Hasilnya, mayoritas menyambut positif wacana tersebut, meski tetap berharap penerapannya dilakukan secara matang.
Nadia, siswi kelas X SMAN 57 Jakarta, menilai sistem penjurusan dapat membuat proses belajar menjadi lebih fokus. Menurutnya, siswa tidak perlu mempelajari terlalu banyak mata pelajaran yang tidak berkaitan langsung dengan minat maupun cita-cita mereka.
“Kalau menurut aku, penjurusan lebih enak dimulai saat kelas XI. Jadi di kelas X kita masih punya waktu buat eksplor semua mata pelajaran dulu sebelum benar-benar menentukan pilihan,” ujarnya.
Meski mendukung, Nadia berharap sistem pendidikan tidak terlalu sering berubah agar siswa dan guru tidak terus-menerus harus beradaptasi.
“Yang penting jangan sering ganti aturan. Soalnya bukan cuma siswa yang harus menyesuaikan, tapi guru juga pasti ikut repot,” tambahnya.
Pendapat serupa disampaikan Raka, siswa kelas XI SMAN 57 Jakarta. Ia mendukung kembalinya sistem penjurusan karena dinilai dapat membantu siswa lebih siap menghadapi dunia perkuliahan.
“Menurutku IPA, IPS, atau Bahasa itu sudah cukup mewakili minat siswa. Jadi nanti pas milih jurusan kuliah nggak terlalu bingung lagi,” katanya.
Raka juga menilai sistem pemilihan mata pelajaran saat ini terkadang membuat jadwal belajar terasa kurang terarah.
“Kadang ada mata pelajaran yang sebenarnya kurang nyambung sama tujuan kita. Kalau ada penjurusan, belajarnya jadi lebih terarah,” jelasnya.
Alya, siswi kelas XI, juga mengaku lebih nyaman jika proses belajar disesuaikan dengan bidang yang diminati.
“Menurutku SMA itu masa buat cari passion. Jadi lebih seru kalau kita bisa fokus belajar sesuai minat, tanpa harus kebanyakan mata pelajaran yang mungkin nggak akan dipakai nanti,” ujarnya.
Namun, Fajar, siswa kelas XI, mengingatkan agar sistem penjurusan tidak lagi dipandang secara hierarkis. Menurutnya, IPA, IPS, maupun Bahasa memiliki peran dan peluang yang sama penting.
“Menurutku semua jurusan sama pentingnya. Yang bikin berhasil itu bukan jurusannya, tapi usaha siswanya,” katanya.
Tidak hanya siswa, guru SMAN 57 Jakarta juga memberikan pandangannya. Ibu Nining, guru Biologi, menilai penjurusan dapat membantu guru menyusun pembelajaran yang lebih fokus dan sesuai kebutuhan siswa.
“Kalau penjurusan diterapkan lagi dengan persiapan yang baik, guru akan lebih mudah menyusun materi yang benar-benar sesuai kebutuhan siswa. Tapi tentu prosesnya harus dirancang matang dan tidak terburu-buru,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Pak Maulana, guru Pendidikan Jasmani SMAN 57 Jakarta. Menurutnya, penjurusan perlu didasarkan pada bakat, minat, dan hasil asesmen siswa, bukan sekadar ikut teman atau dorongan orang tua.
“Yang paling penting adalah siswa mengenal potensinya lebih dulu. Penjurusan seharusnya menjadi jalan untuk mengembangkan kemampuan mereka, bukan malah menjadi beban,” ungkapnya.
Meski memiliki beragam sudut pandang, siswa dan guru SMAN 57 Jakarta sepakat bahwa kebijakan pendidikan apa pun sebaiknya tetap berpihak pada kebutuhan siswa. Tujuan utamanya adalah membantu siswa belajar lebih nyaman, berkembang sesuai potensi, dan lebih siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
